Masjid Bungkuk Singosari, Masjid Tertua di Malang yang Menjadi Peninggalan Mantan Laskar Pangeran Diponegoro

Sebagian besar masyarakat Malang mungkin kurang familier dengan nama Masjid Bungkuk Singosari. Namun, siapa yang menyangka kalau masjid dengan nama asli Masjid At-thohiriyyah ini merupakan masjid tertua yang ada di Kota Malang. Tidak hanya itu, masjid ini juga punya nilai sejarah penting karena dikenal sebagai peninggalan tokoh yang dikenal sebagai salah satu anggota Laskar Pangeran Diponegoro.

(sumber : pondokbungkuk.com)

Sosok pendiri Masjid Bungkuk Singosari ini bernama Kyai Hamimuddin. Selain mendirikan Masjid Bungkuk, beliau juga dikenal sebagai pendiri pondok pesantren tertua di Kota Malang, Pondok Pesantren Miftahul Falah–lebih populer disebut dengan Ponpes Bungkuk. Pendirian masjid dan pondok pesantren oleh Kyai Hamimuddin tersebut tidak lepas dari wasiat Pangeran Diponegoro kepada para pengikutnya untuk tetap ‘menghidupkan’ Islam di mana pun berada.

Pendirian masjid ini berlangsung pada rentang sekitar tahun 1830-an. Ketika itu, Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda setelah melakukan tipu muslihat dengan mengajak berdamai lewat perundingan. Karena penangkapan tersebut, para prajurit yang tergabung dalam Laskar Pangeran Diponegoro kocar-kacir ke berbagai tempat. Kyai Hamimuddin yang menjadi salah satu anggota laskar, lari ke Singosari dan mendirikan masjid serta pondok pesantren sebagai upaya mewujudkan wasiat Pangeran Diponegoro.

Asal Mula Nama Masjid Bungkuk Singosari

Anda mungkin bertanya-tanya, kenapa masjid ini dikenal dengan nama Masjid Bungkuk? Penamaan Masjid Bungkuk terjadi secara spontan di kalangan masyarakat awam. Tidak ada orang yang tahu secara pasti sejak kapan nama tersebut melekat pada Masjid At-thohiriyyah. Namun, pengurus masjid tersebut mengungkapkan bahwa cikal bakal nama Masjid Bungkuk didapatkan karena aktivitas orang yang tengah salat di dalamnya.

Masyarakat di sekitar masjid sering mendapati orang-orang yang ada di dalam masjid memposisikan diri membungkuk. Mereka pun merasa heran dengan fenomena tersebut. Apalagi, masyarakat awam di sekitar masjid pada zaman dulu masih belum mengenal Islam dengan baik. Oleh karena itu, mereka pun menyebut masjid ini dengan sebutan Masjid Bungkuk yang di dalamnya banyak orang tengah membungkuk.

Peran Masjid Bungkuk Sebagai Pusat Penyebaran Agama Islam di Kota Malang

Saat pertama kali datang ke Singosari, wilayah ini masih memiliki unsur Hindu-Budha yang sangat kuat. Apalagi, Singosari dulunya dikenal sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Singosari. Namun, kedatangan Kyai Hamimuddin berhasil mengubah masyarakat yang awalnya menganut agama Budha dan Hindu menjadi penganut Islam.

Cara yang dilakukan oleh Kyai Hamimuddin dalam menyebarkan Agama Islam di Singosari sepenuhnya menggunakan metode damai. Beliau memperlihatkan bahwa setiap orang memiliki status yang sama dalam pandangan Agama Islam. Hal ini sangat kontras dengan kondisi masyarakat saat itu yang beragama Hindu dan mengenal adanya pembagian 4 kasta.

Lewat Agama Islam, mereka bisa tahu bahwa orang-orang yang berasal dari kasta sudra mendapat perlakuan sama dengan orang yang dengan latar belakang kasta lebih tinggi, baik waisya, kesatria, ataupun brahmana. Dengan pandangan seperti itu, banyak orang-orang dari kalangan sudra yang tertarik mempelajari Islam dan akhirnya menjadi mualaf.

Selanjutnya, Masjid Bungkuk terus berkembang dan menjadi lebih besar. Sementara itu, Kyai Hamimuddin diketahui memiliki 7 keturunan, dan salah satunya adalah anak perempuan bernama Nyai Murthosiah. Nyai Murthosiah yang merupakan anak terakhir menikah dengan Kyai Thohir dari Bangil yang konon memiliki karomah mampu melihat Mekah dari bangunan Masjid Bungkuk.

Sebagai masjid tertua di Malang, Masjid Bungkuk selalu ramai oleh pengunjung, baik dari dalam kota atau luar kota. Para wisatawan yang mempelajari sejarah masjid ini juga bisa sekaligus liburan menjelajahi destinasi wisata halal lain di Malang.

Untuk urusan biaya liburan, Anda tak perlu khawatir. Liburan ke Kota Malang, tidak perlu biaya besar. Anda dapat memanfaatkan layanan hotel syariah di Malang yang disediakan Airy Syariah. Cara pemesanan penginapan syariah di Airy Syariah sangat gampang, cukup dilakukan lewat aplikasi. Mudah dan ringkas. Tapi nanti saja, rencanakan dulu saja perjalanan Anda, pastikan diri Anda dan keluarga sehat selalu dalam menghadapi wabah virus Corona ini. Anda hanya perlu mengingat tempat menginap di Malang bisa dipesan Airy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *